NewsSejarah

Londo Ireng, Menurut Sejarah, Menurut Presiden, Menurut Anto

Medan, 16 Agustus 2026

Disela-sela persiapan acara 17-an dikampung nya, Anto mantan buruh salah satu perkebunan di Serdang Bedagai ngobrol lepas dengan rekannya sesama panitia. Topik obrolannya tentang istilah Londo Ireng.

Baca : Arti Londo Ireng yang Disebut Prabowo dalam Pidato PKB – Universitas Muhammadiyah Malang

Istilah ini pun marak dibicarakan setelah acara peringatan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tanggal 23 Juli 2026 di Jakarta. Acara yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia tersebut berlangsung meriah dan penuh kegembiraan. Apalagi, disaat Presiden menyampaikan pidato nya didalam acara tersebut terdengar istilah Londo Ireng. 

Jika diperhatikan dari sejarahnya, istilah Londo Ireng muncul disaat perang kemerdekaan Indonesia. Saat itu, tentara Belanda tidak hanya warga Belanda sendiri. Tentara Belanda pada saat itu juga ada yang merupakan masyarakat dari Benua Afrika yang dipersenjatai dan melakukan aktifitas sama seperti Tentara Belanda. Tentara dari Benua Afrika tersebut oleh masyarakat Indonesia disebut dengan istilah, Londo Ireng.

Baca : Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM

Presiden sendiri, didalam pidato nya mengatakan pemerintah tidak anti kritik karena kritik menjadi bagian dari sistem demokrasi.Presiden pun mengatakan bahwa ada pihak yang justru tidak sekadar mengkritik melainkan menggiring opini publik bahwa Indonesia berada dalam situasi buruk. Ia menyebut profesi dan kelompok seperti jurnalis, pengamat hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merupakan bentuk baru dari Londo Ireng.

Anto mengatakan bahwa dirinya merasa geli dengan ucapan Presiden tentang Londo Ireng tersebut. “Kayaknya gak pas istilah itu dipakai kepada profesi, gak sesuai dengan sejarah kata Londo Ireng itu sendiri menurut ku, ucap Anto. Lanjutnya, “Kan Londo Ireng dulu itu tetap bekerja sesuai maunya Belanda, sekalipun warna nya Ireng“. “Mungkin Presiden mau memakai kata itu untuk orang yang dianggap sama tapi bertindak beda atau malah menjadi lawan”, tambah Anto menganalisa.

“Boleh juga itu”, kata Anto sambil tertawa. Lanjutnya, “aku pun mau pakai kata Londo Ireng juga ini pada masalah ketenagakerjaan saat ini”. “Saya mau bilang, banyak oknum Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) dan Oknum Mediator juga Londo Ireng“, teriaknya sambil tertawa. Teman-teman Anto pun ikut tertawa sambil menepuk meja tempat mereka duduk. “Piye To, gimana Londo Ireng nya Oknum Wasnaker dan Oknum Mediator itu ?”, tanya Ucok. “berjabatan sebagai Pengawas tapi tidak mengawasi, dan berjabatan sebagai Mediator tapi memihak”, ucapnya tertawa terbahak-bahak.

Baca Juga : Satgas PHK Dibentuk. SPMS: Kami Butuh Satgas Awasi Wasnaker

Anto menerangkan bahwa selama dirinya menjadi buruh banyak melihat aduan ke Wasnaker yang ditindak lanjuti dengan tidak pas. “Bayangkan, awak mengadu, tak pernah diperiksa sama sekali, lalu tiba tiba keluar aja surat sakti yang menghentikan aduan awak, piye coba”, ucapnya. Lanjutnya, “kawan-kawan kami yang pensiunan, ndak tau kapan Bipartit, ndak tau kapan Tripartit, eh tiba-tiba keluar aja itu Anjuran”. “Itu Londo Ireng fersi ku Pak Presiden”, teriak Anto menatap kearah jalan sambil teriak.

Ucok mengatakan sedih sekali menjadi buruh di negara sendiri yang sudah merdeka ini, sebab masih merasa dijajah terus dan penjajahnya sesama pribumi. “Sedih ya, udah merdeka, tapi rasanya dijajah, yang jajah sesama pribumi pula lagi”, ucapnya sambil tepok jidat. “Sudah lah To, kita urus aja dulu acara 17-an ini, habis itu kita pikirkan strategi biar riko jadi Presiden”, tutup Ucok sambil tertawa. (yig)

Gambar saat ini: Anto
Gambar saat ini: Anto

 

 

 

  

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button