EkonomikorupsiNewsPHI

Buruh Butuh Aturan Ketenagakerjaan Ditegakkan Dari Pada MBG

Medan, 20 Juni 2026

Ribut-ribut tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum juga usai. Berbagai argumentasi yang menentang dan mendukung berseliweran tak karuan untuk tujuannya masing-masing. Masyarakat pun terlihat memiliki 3 pandangan yang berbeda, dimana ada yang mendukung, menolak dan juga memilih ditengah. Namun terkait memilih ditengah pun masih terbagi dua, salah satunya adalah yang tidak mau tau.

Baca : MBG: Mulai korupsi hingga penutupan SPPG, deretan persoalan yang muncul dan belum dituntaskan – BBC News Indonesia

Masyarakat banyak yang berfikir untuk fokus mengurus pemasukannya. Jika pedagang, ia akan fokus pada lalulintas usaha dagangnya. Jika ia buruh, maka ia fokus dengan masalah ketenagakerjaannya. Namun hal ini pun tidak sesederhana itu, sebab dalam hal ini justru lebih banyak juga buruh yang juga tidak peduli dengan masalah ketenagakerjaan nya. Lebih tepatnya, memilih menyelamatkan dirinya sendiri dengan bersifat individualistis dan oportunis.

Namun Anto Gondrong yang merupakan tokoh buruh di Kabupaten Serdang Bedagai tersebut memiliki hitungan sendiri terkait dengan MBG. “MBG itu kalau digantikan masakan istri biayanya bisa tinggal tujuh ribu saja untuk sekali makan”, ucapnya sambil berhitung. Lanjutnya, “Kalau anak ada 2, maka sehari Rp 14.000,- (empat belas ribu), kalau sebulan maka 26 X Rp 14.000,- = Rp 364.000,-“.

Baca Juga : Anto Gondrong: “PHK 2 KALI, HAK PHK PUN CAIR DIBAYAR 2 KALI”

Lalu dia membandingkan dengan hak atas beras yang harusnya diperoleh sebanyak 41 Kg / bulan, “maka nilainya 41 X Rp 15.000,- = Rp 615.000,- . Juga dibandingkannya dengan kekurangan upah yang kadang sampai Rp 500.000,-, “wah, sudah sejuta itu hitungannya kalau ditotal”. “Kalau gitu bagus Pak Prabowo fokus kepada pemenuhan hak kami saja, sudah aman itu langsung urusan MBG dari hak kami”, ucapnya lantang.

Ia pun berkata khusus untuk anak buruh tidak perlu dipikirkan MBG nya, pikirkan saja bagaimana hak nya selaku buruh terpenuhi semua. “Udah, MBG gak udah dipikirkan buat anak buruh, pikirkan bagaimana agar hak buruh terpenuhi semua saja, sudah pasti sehat anak anak buruh itu”, ucapnya mantap.”Suruh ketemu saya itu Wamen atau Staff ahli, biar saya bawa keliling tempat kerja dia, biar dia lihat hak buruh di kangkangi”, tutupnya. (yig)

Gambar saat ini: Anto     

 

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button