Tanjung Selamat, 9 Juli 2026
Belum penuh seminggu kabar tentang terjaringnya Bupati Langkat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun kepemimpinan Kabupaten Langkat telah beralih ke tangan Wakil Bupati Langkat terpilih yang bernama Tiorita. Pasalnya, Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Surat Keputusan tentang pengangkatan Tiorita sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Langkat paska OTT tersebut diatas.
Baca : Wabup Tiorita Jadi Plt Bupati Langkat, Pesan Bobby Nasution: ASN Itu Kerjanya Untuk Masyarakat
Sebelumnya, diketahui Bupati Langkat (SA) telah terjaring OTT KPK pada tanggal 2 Juli 2026. Ia diduga menerima Komitmen Fee Proyek dari pihak swasta melalui perantaraan S. Paska OTT tersebut SA dibawa ke Kantor KPK, dan tak lama langsung berstatus sebagai Tersangka.
Wardi yang merupakan salah satu buruh di Kabupaten Langkat pun angkat bicara setelah mengetahui pelantikan Tiorita sebagai Plt Bupati Langkat. “Pergantian Bupati ini tentunya harapan baru bagi buruh di Langkat akan perbaikan kondisi buruh di Kabupaten Langkat”, tutur Wardi. Lanjutnya, “saya yakin tidak hanya saya dan kawan-kawan yang sedang menghadapi permasalahan ketenagakerjaan, pasti ada buruh lainnya”.
Diketahui Wardi dan kawan-kawannya yang merupakan pekerja di salah satu perusahaan perkebunan di Tanjung Selamat memang sedang menjalankan proses hukum di Pengadilan Hubungan Industrial Medan. Puluhan gugatan telah mereka ajukan terhadap perusahaan, dan sayangnya kemenangan di tingkat pertama harus berlanjut ke Mahkamah Agung. “Saat Mayday 2026 sudah datang kami ke Kantor Bupati hendak mengadu, namun tak ditemui oleh Bupati”, infonya. “Tapi sialnya, menjelang sore tersebar di medsos tentang Bupati yang menerima kedatangan buruh ke Kantornya dengan meriah”, ucapnya kecewa.
Baca Juga : Tok ! Gugatan Sahrul Dkk Menang Di PHI Pada Pengadilan Medan
Menurut Zul yang merupakan rekan Wardi dalam menggugat perusahaan, kalau mau sebenarnya Bupati dapat mengetahui apa permasalahan mereka. “Tak mungkin dia gak tau kedatangan kami, dan tak sulit baginya untuk tau masalah kami, tapi melihat tidak ada respon sampai sekarang, ya habislah harapan kami ke Bupati itu”, ucap Zul. “Ya kecewa yang ada, apalagi, padahal kami hendak bilang tentang Pelanggaran Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan”, lanjutnya. “Gara-gara tak direspon, tak tersampaikanlah secara langsung aduan kami tentang pelanggaran itu”, tambahnya.
Wardi mengatakan pergantian kepemimpinan di Langkat yang baru beberapa hari terjadi menjadi harapan baru baginya dan kawan-kawannya. “Lain lubuk lain belalang”, mudah mudahan lain orangnya, lain pula sikapnya terhadap permasalahan buruh”, ucap Wardi yakin. “Persetan cerita medsos tentang latar belakang Plt Bupati, yang jelas saat ini harapan kami kepada Bupati Langkat tumbuh kembali”, lanjutnya. Ia mengatakan banyak cerita negatif yang berseliweran terkait Plt Bupati, namun dirinya dan kawan-kawannya tidak peduli dan kembali berharap.
Baca Juga : SP Pendekars Tuntut Hak Atas Beras Dalam Mediasi Di Disnaker
Ia mengatakan tak susah bagi Plt Bupati untuk menyelesaikan masalahnya dan kawan-kawannya. “Tak susah menyelesaikan masalah kami, tinggal dibilangnya saja ke Disnaker untuk menegakkan aturan hukum, beres semua ini Langsung”, ucapnya yakin. “Intinya kami akan tunggu responnya, kami akan segera bersurat, dan kita lihat bagaimana tanggapannya atas surat kami”, tutup Zul. (yig)




