Cek Gerak AKBARSU Paska Mayday 2026. Anto, ” Mayday 2027 ? “
Lautador, 11 Mei 2026
Perayaan Mayday 2026 di dunia telah berlalu. Tercatat, cukup banyak aksi buruh yang terjadi khususnya di Indonesia sehubungan dengan perayaan Mayday tersebut. Sumatera Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang saat perayaan Mayday terlihat banyak sekali aksi buruhnya. Aksi buruh tersebut pun tidak hanya terjadi di Kota Medan selaku Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara. Di kabupaten yang ada disekitar Kota Medan pun terlihat banyak sekali aksi buruh nya.
Baca : Mayday 2026, F.SPMS Usung Isu Awasi Pengawas Ketenagakerjaan
Diantara aksi buruh yang terjadi di luar Kota Medan, tercatat ada Kabupaten Serdang Bedagai dan juga Kabupaten Langkat. Di Kabupaten Serdang Bedagai, buruh terdengar menuntut janji Bupati disaat mayday tahun lalu. Buruh menilai janji Bupati saat Mayday 2025 tidak terealisais terkait dengan praktek outsourcing di Serdang Bedagai.
Dikabupaten Langkat, buruh mendatangi bupati untuk mengadukan perusahaan yang menerapkan PKWT pada pekerjaan yang bersifat tetap. “Kami datang untuk mengadu kepada Bapak Bupati yang menerbitkan ijin usaha perusahaan tersebut. Hak kami akan PKWTT karena jenis pekerjaan kami yang bersifat tetap tidak diberikan oleh perusahaan”, terang Mawardi. Lanjutnya, “Untuk itu kami meminta agar Bapak Bupati mencabut ijin usaha perusahaan perkebunan tersebut”.
Di Kota Medan, salah satu aksi mayday tergabung didalam AKBARSU. AKBARSU sendiri merupakan singkatan dari Aliansi Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara. Aliansi ini sudah beberapa tahun ini selalu terlihat turut mewarnai Mayday di Kota Medan . Dari pantauan buruhmerdeka.com aliansi ini diisi oleh organisasi buruh, petani, mahasiswa dan juga komunitas masyarakat sipil lainnya.
Salah satu peserta aksi mayday di Kota Medan Sumatera Utara yang tergabung didalam AKBARSU adalah Federasi Serikat Pekerja Multi Sektor (F.SPMS). Anggota-anggota dari F.SPMS yang turut aksi diperayaan Mayday 2026 tersebut berasal dari berbagai Kabupaten Kota di Sumatera Utara. Tercatat, anggota-anggota F.SPMS yang turut aksi berasal dari Kabupaten Asahan, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Kota Medan dan Kabupaten Langkat.
Rudianto selaku Sekretaris Serikat Pekerja Multi Sektor Gotong Royong menerangkan bahwa mayday 2026 adalah Mayday nya yang ke 10. “2 Kali Mayday aku gak ikut karena saat itu berketepatan dengan masih maraknya virus corona”, terang Rudianto. Dia yang akrab disapa Anto ini diketahui sudah dua kali menggugat perusahaan nya karena dua kali di Putus Hubungan Kerjanya oleh perusahaan. “banyak harapan buruh dalam merayakan Mayday, termasuk harapan kami buruh-buruh di F.SPMS”, lanjutnya.
Berbagai kondisi rakyat khususnya buruh diutarakan dengan gegap gempita ditiap orasi-orasi yang disampaikan saat aksi AKBARSU tersebut. Dan tak ketinggalan kasus kasus ketenagakerjaan yang mendek juga turut disampaikan dalam Longmarch buruh bernuansa warna merah tersebut. “Semoga AKBARSU tidak hanya menjadi pantia aksi saja ditiap tahunnya setiap Mayday tiba”, ucap Anto. Lanjutnya, “harapan saya, AKBARSU kedepan dapat menjadi corong keresahan rakyat atas kondisi saat ini di Indonesia maupun Internasional.
Anto menyinggung tentang perang yang sedang terjadi saat ini. “Lihat perang itu, tak siap-siap, perusahaan pun mulai banyak yang terdengar akan mengurangi pekerjanya”, infonya. “Menurut ku buruh harus bersuara terkait hal ini. Namun tidak hanya itu, juga hal-hal dalam negeri. Contohnya seperti aturan Outsourcing yang terbaru, itu juga harus direspon dari Sumatera Utara lewat AKBARSU”, tambahnya.
Ia mengatakan akan mendorong pengurus F.SPMS untuk berkomunikasi dengan seluruh elemen AKBARSU dan membicarakan idenya. “Saya sudah bicara dengan pengurus F.SPMS, pada dasarnya mereka setuju dan akan berkomunikasi dengan AKBARSU”, infonya. Menurut Anto jika dilihat dari elemen yang ada didalam AKBARSU, idenya tersebut pasti dapat dilakukan. “Menjadikan AKBARSU sebagai corong keresahan rakyat saya pikir tidak sulit bagi AKBARSU”, tegas Anto. Lanjutnya, “melihat elemen yang ada didalamnya, hal tersebut tentunya tidak sulit dilakukan oleh AKBARSU”.
Baca Juga : Polres Tebingtinggi Kawal Pergerakan Massa Buruh May Day 2026 – AGARA NEWS
Saat ini memang jika dilihat dengan seksama banyak hal yang sedang terjadi yang langsung mempengaruhi kesejahteraan buruh. Salah satunya sebagaimana yang diucapkan oleh Rudianto diatas tentang perang. Selain itu juga tentang kebijakan nasional seperti aturan tentang outsourcing yang baru dan sebagainya. Yang tak kalah pentingnya juga tentang kebijakan daerah disektor ketenagakerjaan. Gubernur yang memiliki kewenangan terhadap Pengawasan Ketenagakerjaan, Bupati dan Walikota untuk proses mediasi ketenagakerjaan, semuanya juga penting untuk diintervensi oleh AKBARSU.
Tentang gerak AKBARSU selanjutnya paska Mayday 2026, “Mayday 2027 ? nggak lagi hanya itu, harus menjadi corong keresahan rakyatlah”, ucap Anto. Didalam AKBARSU terdapat LBH Medan. Tentunya dengan keberadaan LBH Medan AKBARSU dapat lebih dari sekedar aksi Mayday. Selain itu juga banyak organ lain seperti Mahasiswa didalamnya yang juga punya ide yang cerdas. “Semoga AKBARSU mampu menjadi corong keresahan rakyat dalam waktu dekat”, tutup Anto. (yig)




