Perjuangan

Pengalaman Bang Sihombing, “Berserikat, Agar Tidak Disikat”

Tamiang Layang, 21 April 2026

Pertengkaran Bang Sihombing dengan perwakilan perusahaan pagi ini membuatnya menyampaikan kekesalannya kepada buruhmerdeka.com. Ia menceritakan tentang dia yang tidak diberikan masuk kerja oleh perusahaan karena dianggap telah mengundurkan diri. Info Bang Sihombing, hal tersebut disampaikan perwakilan perusahaan secara lisan dan tanpa bukti selembar surat apa pun.

Latar belakang perwakilan perusahaan menyatakan Bang Sihombing telah mengundurkan diri adalah karena ketidak maksimalannya bekerja. “Aku di mutasi Bang baru-baru ini ketempat yang kerjanya itu mengangkat dan mengaduk bahan yang bobotnya hingga 30 Kg”, ucapnya. Lanjutnya, “Sakit pinggang ku ngangkat itu Bang, apalagi hasil diagnosa dokter sebelumnya, aku dinyatakan terkena penyakit Low Back Pain“.

Dari pantauan buruhmerdeka.com pada beberapa media kesehatan, diketahui salah satu cara pengobatan penyakit tersebut adalah istirahat. Selain itu pasien pun harus mengurangi aktifitas berat terutama mengangkat benda-benda  berat. Hal ini diterangkan pada halaman web milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiga Raksa, Tanggerang. Jika dilihat spesialisasi dokter yang disediakan untuk penyakit ini oleh RSUD Tiga Raksa, diketahui penyakit ini harus dirujuk ke spesialis Ortopaedi.

Baca : Detail Berita :: Web Terpadu Kabupaten Tangerang

 Dalam hayalannya Bang Hombing mengatakan bahwa jika dirinya memiliki serikat di perusahaan, maka dia akan lakukan mogok kerja. “Andai saja kawan-kawan ku mau berserikat dengan ku, pasti sudah kubuat mogok kerja”, ucapnya kepada buruhmerdeka.com. Mogok kerja adalah upaya yang sah yang dapat dilakukan buruh jika perundingan dengan perusahaan gagal. “Aku udah sampaikan bahwa tak sanggup angkat berat, namun tetap saja dimutasi, sudah paslah itu untuk direspon dengan mogok”, tuturnya.

Namun hal tersebut hanya tinggal angan-angan sebab buruh ditempat kerjanya sama sekali tidak bersolidaritas kepadanya. “Dulu aku ikut serikat mereka, namun karena kurasa tidak pas, keluar aku. Manamau aku diserikat yang menurut ku tidak bela anggotanya”, ucapnya kesal. Tambahnya, “kawan-kawan diserikat itupun taunya serikatnya gak main, tapi mau bagaimana, kadang kami buruh ini malas ribet, akhirnya tetap bertahan mereka disitu”.

Bang Sihombing melalui kuasa hukumnya telah menyurati dokter yang mengobatinya untuk meminta pandangan terkait pekerjaan barunya. “Sudah kami surati Bang dokter saya dan rumah sakit sebanyak dua kali, tapi belum ada respon juga kmaren”, info Bang Hombing. “Selanjutnya kuasa saya sudah menyurati Ikatan Dokter Indonesia Kota Medan tentang surat kami yang tidak dibalas itu”, tambahnya. Lanjutnya, “Nah, Senin semalam kami sudah diundang dokter itu. Katanya akan dimediasi dengan perusahaan, eh ternyata perusahaan tidak datang. Ya cuma diperiksa aja aku lagi sama dokter itu”.

Baca Juga : Lagi, Tentang Pentingnya Berserikat dan Ikut Agenda Serikat

Selanjutnya Bang Sihombing hanya bisa menunggu tindak lanjut dari dokter yang telah memeriksanya Senin semalam. Untuk merealisasikan mogok sebagaimana yang ada dalam angan-angannya, jelaslah terasa mustahil tanpa adanya serikat yang militan di tempat kerjanya. Kini Bang Sihombing hanya bisa mempersiapkan perlawanan bersama kuasa hukumnya, tanpa dukungan serikat pekerja ditempat kerja. (yig)

Gambar saat ini: Karikatur Law Bag Pain
Gambar saat ini: Karikatur Law Bag Pain

 

 

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button