korupsiOjol

Belajar Dari Kisah Noel, Buruh Wajib Berjuang Dari Persatuan

Jakarta, 28 Agustus 2025

Jagad perjuangan buruh bulan ini gempar karena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat pada tanggal 20 Agustus 2025 lalu Pegawai Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia terjaring OTT oleh KPK. Berita tersebut semakin heboh karena ternyata diantara yang ditangkap oleh KPK tersebut ada Noel didalamnya. Dia (Noel) adalah Wakil Menteri Tenaga Kerja yang memiliki latar belakang sebagai buruh diperusahaan Ojek Online.

Baca : Wamenaker Noel Ditangkap KPK – Pemuda.co.id 

Sejak dilantik, Noel kerap menjadi perhatian buruh. Dia (Noel) beberapa kali diberitakan melakukan sidak ke beberapa perusahaan dalam kaitannya dengan hak-hak buruh. Namun yang paling menjadi perhatian darinya adalah terkait dengan kinerjanya bagi perubahan nasib para Driver Ojek Online. Pasalnya, dirinya dahulunya juga merupakan Driver Ojek Online yang merasakan apa yang dirasakan oleh para driver. 

Baca Juga : Nasib Wamenaker Noel: Dulu Berjaket Ojol Kini Berompi Tahanan KPK

Jika dikatakan dia (Noel) berjuang demi nasib buruh dengan masuk ke kancah politik, maka ada beberapa catatan penting dari perjalanan Noel. Salah satu diantaranya adalah tentang basis persatuan awal Noel saat masuk ke kancah politik tersebut. Basis ini ternyata penting dalam rangka melakukan pengawalan akan setiap langkah dari buruh yang bertarung dikancah politik tersebut. Pengawalan penting karena ternyata pengaruh dari dalam kancah politik tersebut ternyata sangat kencang sehingga mampu menghancurkan idealisme.

Baca Juga : Mengapa Buruh Harus Ikut Serta Dalam Gerakan Lawan Korupsi

Dari sisi serikat buruh, pantauan buruhmerdeka.com dia (Noel) tidak berkeanggotaan serikat buruh. “Jadi melangkahnya murni dari hasil analisa dirinya sendiri, tanpa ada yang bantuin analisa apalagi membantu awasin dirinya”, tutur Hendra. Lanjutnya, “padahal Noel selalu bercerita bahwa dirinya dulunya adalah driver ojol yang merupakan buruh juga”.

Lihat : Tangkap Tangan KPK: Noel Terjerat Kasus Korupsi! | POV Sindo | 26/08

Sebagai salah satu Pengurus Federasi Serikat Pekerja Sumatera Utara (F-SPMS), Hendra menyatakan banyaknya godaan ketika bersuara tentang masalah perburuhan. “Jika hak normatif buruh yang dikangkangi terselesaikan, biasanya cukup besar pengusaha harus keluarin duit, jadi yang teriak akan didekatin”. Hendra sampaikan hal tersebut kepada buruhmerdeka.com saat diwawancarai melalui komunikasi WA. F-SPMS sendiri adalah Federasi Serikat Pekerja anggota Konfederasi Sentral Gerakan Buruh Nasional (K-SGBN).

Lihat Juga : yuk berkenalan dengan SGBN, Serikat buruh yang berani!!!

Dari apa yang dikatakan Hendra diatas, jelas bangunan persatuan awal sebelum berjuang ke kancah politik menjadi sangat penting diperhatikan. Sehingga, jauh akan lebih baik jika majunya buruh ke kancah politik merupakan pelaksanaan tugas dari basis persatuan awalnya. Jika ini dapat terwujud, maka analisa dan pengawasan terhadap buruh yang maju ke kancah politik, dapat dilakukan oleh basis persatuan awalnya. Bagi buruh, basis persatuan awal nya tentunya adalah serikat buruh. (yig)

Gambar saat ini: Hendra, Aktifis Buruh Langkat
Gambar saat ini: Hendra, Aktifis Buruh Langkat
What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button