Demonstrasi

“Mayday Kalian Kemana ? Liburan ? Mana Maen, Demonstrasilah”

Serdang Bedagai, 29 April 2025

Sambil terus menghisap rokok kreteknya, dia terus saja memperhatikan karya tangannya dalam pembuatan bendera. Bendera tersebut adalah bendera sebuah Federasi Serikat Pekerja yang bernama Federasi Serikat Pekerja Multi Sektor (F.SPMS). Serikat tersebut adalah anggota dari Konfederasi Sentral Gerakan Buruh Nasional (K.SGBN).  

Baca : Lagi, Tentang Pentingnya Berserikat dan Ikut Agenda Serikat

Dia adalah Wulan, aktifis buruh dari F.SPMS K.SGBN yang dimalam tanggal 30 April 2025 sedang mempersiapkan alat peraga demonstrasi. Dia bersama teman-temannya terlihat sedang sibuk saat ditemui Jurnalis buruhmerdeka.com. “Sedang ngapain ini Bang ?”, tanya Jurnalis buruhmerdeka.com sambil tersenyum kepada Wulan dan kawan-kawannya. “Persiapan Hari Buruh Bang, Mayday”, tuturnya sambil menoleh ke arah Jurnalis buruhmerdeka.com.

Saat itu disekitar Wulan banyak terlihat kain berwarna merah yang telah di cat maupun yang belum di cat. “Demo ni Bang ceritanya Mayday nanti ?”, tanya Jurnalis buruhmerdeka.com sambil memegang spanduk yang telah di cat. “Ya iyalah Bang, namanya buruh, Mayday ya demo kita harusnya, mosok dangdutan. Apa iya sudah ndak ada masalah buruh ini maka sudah bisa dangdutan ?”, tanya nya sambil tertawa. 

Tiba-tiba seorang teman Wulan yang bernama Anto datang sambil tersenyum dan langsung berteriak keras. “Mayday Kalian Kemana ? Liburan ? Mana Maen, Demonstrasilah”, ucapnya lalu tertawa dan disambut tawa oleh teman-temannya. Ucapan tersebut mirip dengan konten medsos yang sempat terkenal beberapa tahun lalu dengan sedikit logat daerah.. “Buruh juga itu lo, tapi buruh bangunan yang suka pompa dan beli cip”, tutur Anto dan lanjut tertawa.

Dari perbincangan mereka selepas tertawa terbahak-bahak diketahui ada rasa prihatin mereka terhadap kondisi perburuhan saat ini. Anto pun terdengar berkata, “Sudah kalian baca Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan itu woy ?. “Kawannya bernama Adi langsung nyeletuk, “Aku udah tiga kalipun”, ucapnya sambil terus menyemprotkan cat ke kain yang ada didepannya.

Anto menyampaikan pendapatnya sambil terus fokus kepada pengecatannya, “Sadislah pokoknya, sudah pun tertulis, bisa pula tak dilaksanakan”. Ia menyampaikan pendapatnya tersebut sambil menggeleng kepala”. Ia melanjutkan dengan mengkritisi aturan tentang upah yang harus naik 5% diatas UMK bagi yang telah setahun bekerja atau telah menikah. “Sudah tau dinas tu berapa gaji ku waktu Tripartit, bukan disikatnya perusahaan pakai Perda Ketenagakerjaan itu”, ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

Anto adalah buruh bagian produksi yang pekerjaan nya bersifat tetap karena merupakan pekerjaan memanen buah kelapa sawit. Namun ternyata pekerjaan memanen buah kelapa sawit tersebut diserahkan kepada perusahaan outsourcing. “Gara-gara kebijakan perusahaan itu, akupun jadi pekerja Outsourcing jadinya, udah gitu, diam aja dinas itu sudah pun tau begitu”. Anto ucapkan hal tersebut sambil menunjukkan wajah kesal kepada teman-temannya. “Pokoknya pas mayday nanti kita teriak lah, kita nyanyikan lagu lagu perjuangan biar orang orang tau kita masih merasa dijajah”, tambahnya.

Baca Juga : “TIDAK ADA REVOLUSI TANPA LAGU – LAGU”Sebuah Kisah Nyata

Gopal pun merespon perkataan Anto dengan tertawa terbahak-bahak sambil mengatakan, “Ampunlah Tuhan”. Lalu dia berkata lagi, “Jadi begitu ya To ? mana maen, ” ucapnya keras sambil kembali tertawa bersama teman-temannya. Diakhir tawa itu merekapun kembali bergegas mempersiapkan kain merah yang mereka cat malam itu. (yig)

Gambar saat ini: Persiapan Aksi May Day 2025
Gambar saat ini: Persiapan Aksi May Day 2025
What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button