BeritaNewsPasarUpah Minimum

Jika Pemerintah Naikkan Harga BBM, Zul: “UMK Pun Harus Naik”

Tanjung Selamat, 30 Maret 2026

Gonjang-ganjing masalah krisis minyak di dunia akhir-akhir ini paska terjadinya perang di timur tengah, belum juga reda. Pasalnya, hingga kini kapal-kapal pembawa minyak yang melalui Selat Hormuz belum juga memperoleh ijin berlalu-lalang di selat tersebut. Padahal, kapal-kapal tersebutlah yang membawa minyak keseluruh dunia guna mengamankan kebutuhan minyak dunia.

Dilangsir dari pemberitaan media-media massa didunia, diketahui 25% kebutuhan minyak dunia dialokasikan melalui Selat Hormuz ini. Namun saat ini kapal-kapal pengangkut minyak tersebut tidak dapat melintasi Selat Hormuz karena ditutup oleh Iran. Iran sendiri adalah negara pemilik pemilik selat tersebut, yang saat ini terlibat perang melawan Israel dan Amerika.

Baca : Australia Krisis BBM. Aban: “Awas Ada Yang Coba Cari Untung”

Akibat penutupan Selat Hormuz, kebutuhan minyak dibeberapa negara mulai tidak dapat dipenuhi. Australia adalah salah satu negara yang berdasarkan pemberitaan di media massa telah mengalami krisis minyak paska perang. Ratusan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) diinformasikan tutup karena ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) dinegara tersebut.

Indonesia sendiri, hingga berita ini diturunkan masih terlihat tidak terpengaruh terhadap perang yang terjadi di Timur Tengah. Moment lebaran yang baru berlalu saja, sedikitpun tidak terhambat karena permasalahan ketiadaan BBM. Tidak ada keluhan yang terdengar dari masyarakat selama lebaran karena kelangkaan BBM.

Akan tetapi masih dari media massa yang ada, diketahui Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skema penanggulangan kelangkaan BBM. Salah satunya yang telah didengungkan adalah pelaksanaan WFH para pegawai negeri sipil. Namun selain itu juga, ada wacana yang bergulir untuk menaikkan harga BBM pertanggal 1 April 2026. “Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun dia terus terjadi kenaikan berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil. Dia adalah Menteri ESDM Republik Indonesia saat ini.

Baga Juga : Bahlil Jawab Isu Harga BBM Non-subsidi Naik 10 Persen per 1 April 2026 Pukul 00.00

Menyikapi rencana kenaikan BBM tersebut terkhususnya BBM Industri, Jul aktifis buruh di Kabupaten Langkat angkat bicara. “Kalau BBM Industri naik, pasti harga produk industri juga naik. Artinya harga jual barang kebutuhan masyarakat hasil industri pun pasti bakal naik”, tutur Zul. Ia pun mengatakan pemerintah juga harus menaikkan upah minimum (UMK/UMP) kalau harga BBM Industri jadi dinaikkan. “Karena harga produk industri akan naik akibat naiknya harga BBM Industri, maka pemerintah pun harus naikkan UMK/ UMP”, tambah Zul.

Zul yakin sekali dari cara bicaranya bahwa harga-harga barang akan naik selaras dengan naiknya harga BBM industri. Dia melihat pihak perusahaan tidak akan mau menanggu sendiri kenaikan BBM Industri dengan tidak menaikkan harga produknya. “Pengusaha akan menaikkan harga produknya, dan itu wajar sebab mana mungkin dia tahan harga barangnya karena dia akan rugi. Pasti dibebankan ke harga jual selisih kenaikan harga BBM Industri tersebut”, tegas Zul. 

Baca Juga : Pentingya Kesadaran Tentang Persatuan Pada Perjuangan Buruh

Menurut Zul pemerintah harus juga memikirkan kenaikan UMK/ UMP sekarang, bersamaan dengan pertimbangannya akan harga BBM Industri. “Harus bersamaan itu dipertimbangkan, tidak bisa terpisah, sebab kalau terpisah maka buruh akan jadi korban ketika UMK/UMP tidak naik”, tegas Zul. Lanjutnya, “kami akan pantau, kalau tidak ada kebijakan kenaikan UMK/UMP, kami akan jadikan itu isu saat May Day mendatang”. “Saat May Day biasanya jumlah massa aksi lebih besar, maka akan makin besar jika UMK/UMP tidak naik sebelum May Day”, tutup Zul. (yig)

Gambar saat ini: Zul, Aktifis Buruh Langkat
Gambar saat ini: Zul, Aktifis Buruh Langkat

 

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button