Pendidikan

Sekali Lagi, Tentang Buruh Harus Ikut Pendidikan di Serikat

Medan, 16 Februari 2026

Federasi Serikat Pekerja Multi Sektor (F.SPMS) baru-baru telah melakukan perombakan struktur di divisi pendidikannya. Karena meyakini pentingnya pendidikan bagi buruh, F.SPMS menaruh perhatian khusus terhadap divisi ini. F.SPMS melihat jauhnya perbedaan tingkat kesadaran buruh dan pengusaha menjadi masalah penting dalam perjuangan buruh. 

Selama ini kesadaran buruh untuk berserikat masih sangat minim. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, buruh berserikat hanya 12 % saja jumlahnya. Hal ini sungguh tidak sebanding dengan perjuangan yang harus dilakoni buruh saat ini ditengah banyaknya pelanggaran hak buruh. “Memaksimalkan buruh untuk berserikat hingga menembus angka 50%  lebih dari jumlah buruh yang ada merupakan target penting serikat buruh”. Hal ini disampaikan oleh Divisi Pendidikan F.SPMS saat diwawancarai oleh Jurnalis gerakanmerdeka.com.

Baca : Hanya 12% Pekerja yang Tergabung dalam Serikat Pekerja pada 2021

Menurut Divisi Pendidikan F.SPMS, kesadaran pengusaha untuk berserikat jauh lebih maju dari pada buruh. “Pengusaha malah sudah lebih jauh lompatan kesadarannya, dari serikatnya mereka sudah berfikir masuk ke lembaga legislatif dari dulu. Namun kesadaran buruh untuk berserikat saja malah masih sangat minim, konon lagi bicara masuk ke legislatif”. Hal ini ditambahkan oleh Divisi Pendidikan F.SPMS saat diwawancarai jurnalis buruhmerdeka.com.

Untuk itulah maka F.SPMS melihat pendidikan maupun diskusi bagi buruh di serikat, penting untuk dilakukan dengan intens. “Harus intens dan canggih lah pokoknya cara-cara nya, agar bisa meningkat kesadarannya, terutama untuk besarkan serikat. Tidak bisa hanya pengurus yang memikirkan pembesaran jumlah massa serikat, anggota juga harus memikirkan itu”, lanjut F.SPMS.

Dari dulu F.SPMS melihat bahwa perjuangan buruh harus diikuti dengan perlawanan massa buruh terhadap sistem yang ada. Upaya hukum dilihat penting, namun perlawanan massa buruh lewat demonstrasi dilihat jauh lebih penting. Beberapa contoh sudah dilihat dimana aksi massa memiliki keberhasilan yang mampu melebihi keberhasilan dari upaya hukum. “Contohnya adalah mogok kerja, dimana jika hal tersebut dilakukan buruh, akan membuat perusahaan berfikir dua kali. Mau meneruskan kebijakannya, atau menganulirnya demi produksi perusahaan yang terus berjalan”. Erika Divisi Advokasi F.SPMS mengatakan hal tersebut kepada Jurnalis buruhmerdeka.com.

Baca Juga : Erika SH, “Kenaikan UMK ? Evaluasi Kinerja Wasnaker Kapan ?”

Pendidikan yang dimaksud dapat berupa diskusi santai, workshop, bedah kasus dan sebagainya. “Intinya buruh harus datang dalam setiap agenda serikat, sebab agenda apapun adaah sebuah pelajaran bagi buruh”, ucap Erika. “Dengan kondisi yang masih begini, kita akan terus melihat pelanggaran demi pelanggaran terhadap hak buruh”, lanjutnya. “Jadi jika mau pelanggaran demi pelanggaran berkurang, modal dasarnya adalah peningkatan kesadaran buruh.

Dari kesadaran yang matang maka kritik akan bergulir kencang, dan itu akan menyulitkan aparat ketenagakerjaan bermain mata. Bagi Erika, kesadaran buruh harus mampu melihat pentingnya mengawal aparat ketenagakerjaan dalam kinerjanya. “Kalau mereka aneh aneh, kita pepet lewat aksi massa, media sosial, dan hal lainnya yang mampu mengangkat masalah ini ke permukaan. Kalau itu terjadi, pastilah mereka tidak berani aneh-aneh dalam melaksanakan tugasnya”, tutup Erika.

Baca juga : Menaker Copot Pejabat yang Jadi Tersangka Kasus Suap Pengurusan TKA Kemnaker

Dengan kesadaran buruh yang masih minim seperti sekarang (12% buruh yang berserikat), kita akan terus melihat banyak pelanggaran ketenagakerjaan. Oleh karena nya dari uraian Tim F.SPMS diatas, kesadaran buruh harus ditingkatkan guna meningkatkan jumlah buruh berserikat. “Dan caranya adalah meningkatkan volume pendidikan di serikat bagi seluruh anggota”, tutup Rara anggota Divisi Advokasi F.SPMS. (yig)

Gambar saat ini: Pendidikan Pengorganisiran F.SPMS
Gambar saat ini: Pendidikan Pengorganisiran F.SPMS

 

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button