Perjuangan

Cerita Tentang Jaten, Buruh Yang Lawan Perusahaan Sendirian

Medan, 24 Februari 2026

Cerita dari Sumatera Utara ini, adalah tentang perlawanan seorang buruh yang melawan perusahaan tempatnya bekerja. Dia bernama Jaten, pemuda pemberani yang sedikit lihai dalam meletakkan kata ketika berdebat dengan wakil perusahaan. “Kulawan mandor itu, bersalahan cakap nya, ntah apa apa aja katanya”, ungkapnya semangat. Baru-baru ini Jurnalis buruhmerdeka.com berkesempatan mewawancarai Jaten secara langsung.

Saat itu Ia sedang kurang sehat akibat nyeri yang disebabkan cidera lama nya saat masih duduk dibangku SMA di Kota Siantar. “Jatuh aku dulu dari Bus Bang, jadi bekas jatuh itu membuat pinggang dan perut ku sering sakit”, infonya. “Ini aku lagi pengobatan lah, therapi aku di rumah sakit untuk mengobati sakit ku ini sesuai arahan dokter”, tambahnya.

Baca : RAYAKAN MAYDAY 2025, SPMS-KSGBN KERAHKAN RATUSAN MASSA BURUH

Baru-baru ini dengan bantuan sebuah lembaga bantuan hukum di Sumatera Utara, dia mengajukan perundingan Bipartit dengan perusahaan. Salah satunya yang dimediasikan adalah tentang bukti pembayaran upah pekerja di perusahaan nya. “Ia Bang, gak ada kami dikasi slip gaji, jadi cemana kami tau apakah gaji kami sudah sesuai atau tidak”, keluhnya.

Menurutnya, gaji yang diterimanya menyisakan pertanyaan- pertanyaan pada dirinya tentang berapa potongan upahnya. Selain itu dia juga mengatakan bingung tentang berapa upahnya sebenarnya, “Ntah sudah sesuai atau tidak aku tak tau”. “Jadi perlu kali slip gaji itu untuk tau bagaimana rinciannya, tapi tak hanya aku, semuanya ngeluh, tapi gak ada yang berani bicara”, ucapnya.

Saat dugaan pemotongan upah Januari lalu dicurigainya ada kesalahan, hal tersebut membuatnya sampai dipuncak emosi. “Ku telpon pengacara langsung, ada ku kenal dari lembaga bantuan hukum, trus diajaknya aku jumpa”, info Jaten. Lanjutnya, “Langsung kubilang aku mau melawan, dan kuminta aku diajari dan di back up dalam melawan”, ucapnya yakin. Sebelumnya Jaten sudah disuruh bangun serikat terlebih dahulu, namun karena merasa sulit membangunnya, Ia memutuskan maju sendiri.

Baca Juga : Puluhan Pekerja Rumah Sakit Mutiara Demo di Depan kantor DPD Sumut

Selasa siang itu dia datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja, maksudnya untuk mengantarkan tembusan surat klarifikasinya. “Tapi tau abang, sampai didisnaker aku disuruh ke Pengawas Ketenagakerjaan didekat disnaker itu, bukan diterimanya dulu tembusan surat ku”, katanya. Lanjutnya, “Karena gak ngerti, pergi juga aku kesitu, kuantar suratnya kesana, eh ternyata ditolak, katanya bukan buat mereka tembusan surat ku itu”. Lanjutnya, “jadi balek lagi aku ke disnaker itu dan barulah diterimanya dengan tanda terima, parah kali”.

Jaten mengatakan sangat menyesalkan mengapa kawan-kawannya tidak mau berserikat diserikat yang berani melawan. “Kawan kawan ku takut sama perusahaan, jadi memilih masuk jadi anggota serikat yang hubungannya baik dengan perusahaan”, terang nya. “Cemana lah mereka bisa urus kami, mereka saja dekat sama perusahaan, tak mungkin itu”, tambahnya. Namun Ia mengatakan cukup lelah melawan sendirian, dan tidak sabar menunggu ada serikat baru melawan.

Jaten mengatakan kalau takut keluar dari serikat yang dekat sama perusahaan, tetaplah diserikat lama itu, namun gabung jugalah keserikat lain yang berani melawan. “Gini ya, buruh butuh pembela, sebab kalau perusahaan itu, gak ada yang baik, bakal disikat buruhnya pelan-pelan”, ucapnya lantang. Lanjutnya, “Jadi pandai pandai aja, main dua kaki boleh kok katanya, nanti pas mau melawan, pilih salah satu, gitu aja, beres”, ucapnya yakin.

Lihat : Instagram

Pemuda tersebut melihat perjuangan nya harus bersama buruh lain didalam serikat barulah bisa kuat, akan tetapi ia kesal akan ketakutan buruh untuk berserikat pada serikat yang berani melawan. “Kata kawan-kawan itu, kalau serikat yang berani melawan pasti akan melawan terus, ya itulah yang kita butuhkan”, tegasnya. Lanjutnya, “coba nanti pas bermasalah, pasti serikat yang melawan dengan pantang mundur yang dia mau”. Ia menyatakan harapannya agar kawan kawannya bisa segera sadar sebelum masalah datang. “Pasti datang masalah, jadi harus hati-hati, jangan sampai tidak punya serikat yang berani melawan pas masalah datang”, kata Jaten.

Ia mencontohkan tentang pengalaman pengacara nya yang pernah mengadvokasi Direktur salah satu rumah sakit. “Di pecat juga nya direktur, diusir juga nya cara nya, sama nya dengan awak yang bawahan ini”, infonya. “Jadi sudah lah, jangan lama lama terus dalam takut, akali sedikit, main dua kaki lah, lalu masuk ke serikat yang siap melawan, tutupnya. (yig)

Gambar saat ini: Karikatur Eksploitasi Buruh
Gambar saat ini: Karikatur Eksploitasi Buruh
What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button